BOOK REPORT
Judul buku :Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Pengarang :Dr. E. Mulyasa, M.Pd
Penerbit :PT. Remaja Rosdakarya
Tahun :Cetakan keempat, September 2007
Jenis :Non fiksi
Tebal :312 halaman
Buku ini ditulis oleh DR. E.
Mulyasa, M.Pd Yang berjudul “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.”
Terbitnya buku ini dilatarbelakangi masih adanya banyak guru yang belum mampu
menyusun kurikulum. Tentunya keadaan tersebut disebabkan banyak faktor
diantaranya: Pertama, Standar isi dan Standar kompetensi yang diberikan
Depdiknas sangat membingungkan bagi guru. Kedua, guru masih banyak yang
belum bisa memahami konsep kurikulum. Oleh sebab itu, keadaan tersebut harus dipecahkan,
agar nantinya guru dapat menyusun kurikulum sendiri secara tepat dan benar.
Pengalaman seperti inilah yang
mendorong penulis memuatkan hasil-hasil pemikirannya dalam buku ini. Sejak
timbulnya hasrat dan tekat menulis buku ini, penulis telah menyadari sepenuhnya
bahwa menulis buku tentang ”Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan”,
bukanlah tugas yang mudah. Namun kondisi seperti ini tidak mengendorkan
semangat penulis untuk terus menulis dan menyajikan buku ini kehadapan para
pembaca utamanya dari kalangan guru dengan harapan besar nantinya buku ini
dapat membantu guru dalam memahami konsep dasar kurikulum tingkat satuan
pendidikan, memahami dan memaknai standar isi, memahami dan menjabarkan standar
kompetensi lulusan, mengembangkan KTSP, cara melaksanakan penyusunan KTSP, cara
mengembangkan silabus berbasis KTSP, cara membuat rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP), dan pembelajaran serta penilaian berbasis KTSP. Bahkan
dalam buku ini juga membahas tentang Muatan lokal dan pengembangan diri.
Buku yang berjudul “Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan” ini, dibagi menjadi beberapa bab. Pada bab I
tentang “pendahuluan”, bab II hakekat kurikulum tingkat satuan pendidikan, bab
III memahami dan memaknai standar isi, bab IV memahami dan menjabarkan standar
kompetensi lulusan. Bab V mengembangkan KTSP, bab VI cara menyusun KTSP, bab
VII cara mengembangkan silabus berbasis KTSP, bab VIII cara membuat rencana
pelaksanaan pembelajaran bab IX pembelajaran dan penilaian berbasis KTSP bab X
moatan lokal dan pengembangan diri dan bab XI penutup.
Pada bab I ini, berisi tentang
pengertian KTSP, dimana penulis menjelaskan bahwa KTSP merupakan singkatan dari
kurikulum tingkat satuan pendidikan, yang dikembangkan sesuai dengan satuan
pendidikan, potensi sekolah/daerah, karakteristik sekolah/daerah, sosial budaya
masyarakat setempat dan karakteristik peserta didik. Penulis juga menjelaskan
bahwa KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan
dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan yang sudah siap dan mampu
mengembangkannya dengan memperhatikan Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang
sistem Pendidikan Nasional pasal 36:
·
Pengembangan kurikulum dilakukan
dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan
pendidikan nasional.
·
Kurikulum pada semua jenjang dan
jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversivikasi sesuai dengan satuan
pendidikan, potensi daerah dan peserta didik.
·
Kurikulum tingkat satuan pendidikan
dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite berpedoman pada standar
kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang
dibuat oleh BSNP.
Lebih lanjut penulis memaparkan
tentang KTSP yang dikembangkan dengan memperhatikan standar kompetensi dan
indikator kompetensi sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan
peserta didik dari satuan pendidikan, standar isi yang telah disahkan oleh
pemerintah. Dalam pengembangan KTSP, ini juga hal yang perlu diperhatikan
menurut penulis upaya-upaya memaksimalkan fungsi dan peran strategis guru dan
dosen yang meliputi:1) penegakan hak dan kewajiban guru dan dosen sebagai tenaga
profesional, 2) pembinaan dan pengembangan profesi guru dan dosen, 3)
perlindungan hukum, 4) perlindungan profesi, serta 5) perlindungan keselamatan
dan kesehatan kerja.
Hakekat kurikulum tingkat satuan
pendidikan (KTSP) dibahas di dalam bab II, yaitu meliputi: a) konsep dasar KTSP
b) tujuan KTSP. Tujuan ini secara khusus adalah: (1) meningkatkan mutu
pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan
kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia, (2)
meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan
kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama, dan (3) meningkatkan
kompetensi yang sehaat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang
akan dicapai. c) landasan pengembangan KTSP d) karakteristik KTSP, e) akankah
KTSP mendongkrak kualitas pendidikan, dan f) asumsi yang mendasari KTSP.
Bab III berisikan tentang memahami
dan memaknai standar isi, penulis menjabarkan pembahasannya dengan sangat
detail mulai dari a) kerangka dasar kurikulum, b) struktur kurikulum, yang
meliputi: struktur pendidikan umum, pendidikan khusus, dan pendidikan kejuruan
c) beban belajar, dan d) kalender pendidikan. Ini terdiri dari (alokasi waktu,
dan penetapan kalender pendidikan).
Setelah pengenalan standar isi,
dalam bab IV ini penulis melanjutkan pembahasannya tentang bagaimana memahami
dan menjabarkan standar kompetensi lulusan. Penulis memulai dengan membahas
standar kompetensi lulusan satuan pendidikan, standar kompetensi kelompok mata
pelajaran, standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD), cara menjabarkan
kompetensi dasa kedalam indikator kompetensi. Guna menambah pemahaman pembaca
tentang masalah ini pembahasan dilengkapi dengan contoh, sehingga pembahasan
terkesan lengkap dan mudah untuk dipahami.
Bab V ini mengupas tentang pengembangan KTSP, dengan pokok bahasan (a)
pengembangan kurikulum dan sub pokok bahasan 1) pengembangan kurikulum
tingkat nasional, 2) pengembangan KTSP, 3) pengembangan silabus 4) kurikulum
aktual. (b) prinsip pengembangan KTSP, sub pokok bahasannya 1) berpusat
pada potensi, perkembangan , serta kebutuhan peserta didik dan lingkungannya 2)
beragam dan terpadu 3) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni 4) relevan dangan kebutuhan 5) menyeluruh dan berkesinambungan
6) belajar sepanjang hayat 7) seimbang antara kepentingan global, nasional dan
lokal. (c) stategi pengembangan KTSP yang meliputi 1) sosialisasi KTSP
di sekolah 2) menciptakan suasana yang kondusif 3) menyiapkan sumber belajar 4)
membina disiplin 5) mengembangkan kemandirian kepala sekolah 6) membangun
karakter guru 7) memberdayakan staf. (d) acuan operasional penyusunan KTSP.
Kemudian, pada bab VI ini membahas komponen-komponen
yang perlu diperhatikan dalam menyusun KTSP yang meliputi: (1) visi dan misi
(2) perumusan tujuan satuan pendidikan (3) analisis konteks (untuk memotret
kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan), (4) pengembangan struktur dan muatan
KTSP, (5) Pengembangan kalender pendidikan (6) pengembangan silabus, (7)
pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Selanjutnya, (bab VII) membahas tentang (a) pengertian silabus,
dalam hal ini penulis menjelaskan silabus adalah rencana pembelajaran pada
suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar
kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian,
alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan.
(b)pengembangan silabus. Pengembangan silabus ini disusun atas prinsip-prinsip
berikut: 1) ilmiah 2) relevan 3) fleksibel 4) kontinuitas 5) konsisten 6)
memadai 7) aktual dan kontekstual 8) efektif, dan 9) efesien. (c) tugas dan
tanggung jawab pengembangan silabus, pengembangan silabus melibatkan berbagai
pihak seperti badan penelitian dan pengembangan (Balitbang), Depdiknas, Badan
standar nasional pendidikan (BSNP), pusat kurikulum (puskur), dinas pendidikan
provinsi, dinas pendidikan kota dan kabupaten, serta satuan pendidikan yang
akan mengimplemetasikan kurikulum sesuai dengan kapasitas dan proporsinya
masing-masing. (d) prosedur pengembangan silabus (e) proses pengembangan
silabus, (f) format silabus berbasis KTSP, dan (g) model silabus berbasis KTSP.
Bab VIII, menjelaskan tentang cara
membuat rencana pelaksanaan pembelajaran mulai dari hakekat perencanaan, fungsi
RPP, prinsip pengembangaan RPP, cara pengembangan RPP, kinerja guru dalam
pengembangan RPP. Dalam bagian akhir bab ini, penulis juga melampirkan beberapa
contoh atau format RPP, guna menambah mudah pembaca memahami cara membuat
Rencana pelaksanaan pembelajaran.
Bab IX, penulis memaparkan tentang
pembelajaran dan penilaian berbasis KTSP. pembahasan dimulai dari prinsip
pelaksanaan KTSP, pengembangan program (program tahunan, semester, mingguan dan
harian, pengayaan dan remedial, serta pengembangan diri), pelaksanaan
pembelajaran (pre-test, pembentukan kompetensi, post-test), penilaian hasil
belajar yang meliputi (penilaian kelas,test kemampuan dasar, penilaian akhir
satuan pendidikan dan sertifikasi, benehmarking, penilaian program), tindak
lanjut.
Selanjutnya bab X, berisi tentang
muatan lokal dan pengembangan diri. Dalam bab ini dibahas secara khusus
mengenai muatan lokal, dan pengembangan diri. Disamping itu dibahas pula materi
tentang program khusus. Dimasukkannya moatan lokal kedalam kurikulum pada
dasarnya dilandasi oleh kenyataan bahwa Indonesia memiliki beraneka ragam adat
istiadat, kesenian, tata cara, tata krama pergaulan, bahasa, dan pola kehidupan
yang diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang bangsa Indonesia. Hal
itu tentunya perlu dilestarikan dan dikembangkan, agar bangsa Indonesia tidak
kehilangan ciri khas dan jati dirinya.
BAB XI, PENUTUP
KOMENTAR
Keunggulan buku berjudul “Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan” yang ditulis
DR. E. Mulyasa, M.Pd ini, terletak pada isi atau substansi buku itu
sendiri. Wacana yang dibahas dari bab ke bab sangat detail dalam hal kurikulum
tingkat satuan pendidikan dan cara penyusunannya. Serta banyaknya contoh yang
digunakan dalam buku ini, semakin pula memperjelas pembahasan mengenai
kurikulum tingkat satuan pendidikan. Tidak hanya itu buku ini juga ditulis
dengan mengacu kepada banyak referensi terkini dari kurikulum. Ini bisa dilihat
dibagian daftar pustaka disana penulis banyak sekali mencantumkan referensi.
Kelemahan buku ini, hampir tidak
ada sama sekali, sebab dalam buku ”Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan”
dilengkapi berbagai teori dari berbagai kalangan dan sekaligus memaparkan
secara jelas tentang kurikulum tingkat satuan pendidikan.
DR. E. Mulyasa, M.Pd. Menulis “Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan” ini, untuk dijadikan buku pegangan atau sebagai
referensi di kalangan mahasiswa dan dosen. Buku ini pula memberikan nuansa baru
bagi pembaca ketika memahami isi dari buku tersebut. Sangat disayangkan apabila
sampai buku ini dilewatkan atau tidak dibaca.
DAFTAR PUSTAKA
Anderson, lorin W. (1989), The Effective Teacher. New York:
mc. Graw-Hill Bokk Company
Anderson & Windham. (1998). Education and development. Toronto:
Le Xington Books.
Sukmadinata, nana Syaodih. (1998). Pengembangan kurikulum. Bandung
Remaja Rosdakarya
Undang-undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang sistem
pendidikan nasional (sisdiknas). Jakarta: Sinar Grafika.
Depdiknas. 2006. Standar kompetensi lulusan, jakarta:
permendiknas 23 tahun 2006.
Depdiknas. 2006. Standar Isi, jakarta: permendiknas 22 tahun
2006.