wellcome to my blog

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah menganugrahkan kepada kami kesempatan untuk membuat blog ini dengan maksud dan tujuan sebagai sarana berbagi kemanfaatan dalam hidup ini guna memeroleh ridha dan rahmat Allah SWT. Blog ini sengaja kami buat sebagai sarana menulis; artikel, makalah, dan lain-lain.

Minggu, 17 Maret 2013

book report


BOOK REPORT
Judul buku      :Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Pengarang       :Dr. E. Mulyasa, M.Pd
Penerbit           :PT. Remaja Rosdakarya
Tahun              :Cetakan keempat, September 2007
Jenis                :Non fiksi
Tebal               :312 halaman
Buku ini ditulis oleh DR. E. Mulyasa, M.Pd Yang berjudul “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.” Terbitnya buku ini dilatarbelakangi masih adanya banyak guru yang belum mampu menyusun kurikulum. Tentunya keadaan tersebut disebabkan banyak faktor diantaranya: Pertama, Standar isi dan Standar kompetensi yang diberikan Depdiknas sangat membingungkan bagi guru. Kedua, guru masih banyak yang belum bisa memahami konsep kurikulum. Oleh sebab itu, keadaan tersebut harus dipecahkan, agar nantinya guru dapat menyusun kurikulum sendiri secara tepat dan benar.
Pengalaman seperti inilah yang mendorong penulis memuatkan hasil-hasil pemikirannya dalam buku ini. Sejak timbulnya hasrat dan tekat menulis buku ini, penulis telah menyadari sepenuhnya bahwa menulis buku tentang ”Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan”, bukanlah tugas yang mudah. Namun kondisi seperti ini tidak mengendorkan semangat penulis untuk terus menulis dan menyajikan buku ini kehadapan para pembaca utamanya dari kalangan guru dengan harapan besar nantinya buku ini dapat membantu guru dalam memahami konsep dasar kurikulum tingkat satuan pendidikan, memahami dan memaknai standar isi, memahami dan menjabarkan standar kompetensi lulusan, mengembangkan KTSP, cara melaksanakan penyusunan KTSP, cara mengembangkan silabus berbasis KTSP, cara membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan pembelajaran serta penilaian berbasis KTSP. Bahkan dalam buku ini juga membahas tentang Muatan lokal dan pengembangan diri.
Buku yang berjudul “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan” ini, dibagi menjadi beberapa bab. Pada bab I tentang “pendahuluan”, bab II hakekat kurikulum tingkat satuan pendidikan, bab III memahami dan memaknai standar isi, bab IV memahami dan menjabarkan standar kompetensi lulusan. Bab V mengembangkan KTSP, bab VI cara menyusun KTSP, bab VII cara mengembangkan silabus berbasis KTSP, bab VIII cara membuat rencana pelaksanaan pembelajaran bab IX pembelajaran dan penilaian berbasis KTSP bab X moatan lokal dan pengembangan diri dan bab XI penutup.
Pada bab I ini, berisi tentang pengertian KTSP, dimana penulis menjelaskan bahwa KTSP merupakan singkatan dari kurikulum tingkat satuan pendidikan, yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi sekolah/daerah, karakteristik sekolah/daerah, sosial budaya masyarakat setempat dan karakteristik peserta didik. Penulis juga menjelaskan bahwa KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan yang sudah siap dan mampu mengembangkannya dengan memperhatikan Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional pasal 36:
·         Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
·         Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversivikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik.
·         Kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP.
Lebih lanjut penulis memaparkan tentang KTSP yang dikembangkan dengan memperhatikan standar kompetensi dan indikator kompetensi sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan, standar isi yang telah disahkan oleh pemerintah. Dalam pengembangan KTSP, ini juga hal yang perlu diperhatikan menurut penulis upaya-upaya memaksimalkan fungsi dan peran strategis guru dan dosen yang meliputi:1) penegakan hak dan kewajiban guru dan dosen sebagai tenaga profesional, 2) pembinaan dan pengembangan profesi guru dan dosen, 3) perlindungan hukum, 4) perlindungan profesi, serta 5) perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.
Hakekat kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dibahas di dalam bab II, yaitu meliputi: a) konsep dasar KTSP b) tujuan KTSP. Tujuan ini secara khusus adalah: (1) meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia, (2) meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama, dan (3) meningkatkan kompetensi yang sehaat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai. c) landasan pengembangan KTSP d) karakteristik KTSP, e) akankah KTSP mendongkrak kualitas pendidikan, dan f) asumsi yang mendasari KTSP.
Bab III berisikan tentang memahami dan memaknai standar isi, penulis menjabarkan pembahasannya dengan sangat detail mulai dari a) kerangka dasar kurikulum, b) struktur kurikulum, yang meliputi: struktur pendidikan umum, pendidikan khusus, dan pendidikan kejuruan c) beban belajar, dan d) kalender pendidikan. Ini terdiri dari (alokasi waktu, dan penetapan kalender pendidikan).
Setelah pengenalan standar isi, dalam bab IV ini penulis melanjutkan pembahasannya tentang bagaimana memahami dan menjabarkan standar kompetensi lulusan. Penulis memulai dengan membahas standar kompetensi lulusan satuan pendidikan, standar kompetensi kelompok mata pelajaran, standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD), cara menjabarkan kompetensi dasa kedalam indikator kompetensi. Guna menambah pemahaman pembaca tentang masalah ini pembahasan dilengkapi dengan contoh, sehingga pembahasan terkesan lengkap dan mudah untuk dipahami.
Bab V ini mengupas tentang pengembangan KTSP, dengan pokok bahasan (a) pengembangan kurikulum dan sub pokok bahasan 1) pengembangan kurikulum tingkat nasional, 2) pengembangan KTSP, 3) pengembangan silabus 4) kurikulum aktual. (b) prinsip pengembangan KTSP, sub pokok bahasannya 1) berpusat pada potensi, perkembangan , serta kebutuhan peserta didik dan lingkungannya 2) beragam dan terpadu 3) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni 4) relevan dangan kebutuhan 5) menyeluruh dan berkesinambungan 6) belajar sepanjang hayat 7) seimbang antara kepentingan global, nasional dan lokal. (c) stategi pengembangan KTSP yang meliputi 1) sosialisasi KTSP di sekolah 2) menciptakan suasana yang kondusif 3) menyiapkan sumber belajar 4) membina disiplin 5) mengembangkan kemandirian kepala sekolah 6) membangun karakter guru 7) memberdayakan staf. (d) acuan operasional penyusunan KTSP.
Kemudian, pada bab VI ini membahas komponen-komponen yang perlu diperhatikan dalam menyusun KTSP yang meliputi: (1) visi dan misi (2) perumusan tujuan satuan pendidikan (3) analisis konteks (untuk memotret kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan), (4) pengembangan struktur dan muatan KTSP, (5) Pengembangan kalender pendidikan (6) pengembangan silabus, (7) pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Selanjutnya, (bab VII) membahas tentang (a) pengertian silabus, dalam hal ini penulis menjelaskan silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. (b)pengembangan silabus. Pengembangan silabus ini disusun atas prinsip-prinsip berikut: 1) ilmiah 2) relevan 3) fleksibel 4) kontinuitas 5) konsisten 6) memadai 7) aktual dan kontekstual 8) efektif, dan 9) efesien. (c) tugas dan tanggung jawab pengembangan silabus, pengembangan silabus melibatkan berbagai pihak seperti badan penelitian dan pengembangan (Balitbang), Depdiknas, Badan standar nasional pendidikan (BSNP), pusat kurikulum (puskur), dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kota dan kabupaten, serta satuan pendidikan yang akan mengimplemetasikan kurikulum sesuai dengan kapasitas dan proporsinya masing-masing. (d) prosedur pengembangan silabus (e) proses pengembangan silabus, (f) format silabus berbasis KTSP, dan (g) model silabus berbasis KTSP.
Bab VIII, menjelaskan tentang cara membuat rencana pelaksanaan pembelajaran mulai dari hakekat perencanaan, fungsi RPP, prinsip pengembangaan RPP, cara pengembangan RPP, kinerja guru dalam pengembangan RPP. Dalam bagian akhir bab ini, penulis juga melampirkan beberapa contoh atau format RPP, guna menambah mudah pembaca memahami cara membuat Rencana pelaksanaan pembelajaran.
Bab IX, penulis memaparkan tentang pembelajaran dan penilaian berbasis KTSP. pembahasan dimulai dari prinsip pelaksanaan KTSP, pengembangan program (program tahunan, semester, mingguan dan harian, pengayaan dan remedial, serta pengembangan diri), pelaksanaan pembelajaran (pre-test, pembentukan kompetensi, post-test), penilaian hasil belajar yang meliputi (penilaian kelas,test kemampuan dasar, penilaian akhir satuan pendidikan dan sertifikasi, benehmarking, penilaian program), tindak lanjut.
Selanjutnya bab X, berisi tentang muatan lokal dan pengembangan diri. Dalam bab ini dibahas secara khusus mengenai muatan lokal, dan pengembangan diri. Disamping itu dibahas pula materi tentang program khusus. Dimasukkannya moatan lokal kedalam kurikulum pada dasarnya dilandasi oleh kenyataan bahwa Indonesia memiliki beraneka ragam adat istiadat, kesenian, tata cara, tata krama pergaulan, bahasa, dan pola kehidupan yang diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang bangsa Indonesia. Hal itu tentunya perlu dilestarikan dan dikembangkan, agar bangsa Indonesia tidak kehilangan ciri khas dan jati dirinya.
BAB XI, PENUTUP
KOMENTAR
Keunggulan buku berjudul “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan” yang ditulis  DR. E. Mulyasa, M.Pd ini, terletak pada isi atau substansi buku itu sendiri. Wacana yang dibahas dari bab ke bab sangat detail dalam hal kurikulum tingkat satuan pendidikan dan cara penyusunannya. Serta banyaknya contoh yang digunakan dalam buku ini, semakin pula memperjelas pembahasan mengenai kurikulum tingkat satuan pendidikan. Tidak hanya itu buku ini juga ditulis dengan mengacu kepada banyak referensi terkini dari kurikulum. Ini bisa dilihat dibagian daftar pustaka disana penulis banyak sekali mencantumkan referensi.
Kelemahan buku ini, hampir tidak ada sama sekali, sebab dalam buku ”Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan” dilengkapi berbagai teori dari berbagai kalangan dan sekaligus memaparkan secara jelas tentang kurikulum tingkat satuan pendidikan.
DR. E. Mulyasa, M.Pd. Menulis “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan” ini, untuk dijadikan buku pegangan atau sebagai referensi di kalangan mahasiswa dan dosen. Buku ini pula memberikan nuansa baru bagi pembaca ketika memahami isi dari buku tersebut. Sangat disayangkan apabila sampai buku ini dilewatkan atau tidak dibaca.

DAFTAR PUSTAKA
Anderson, lorin W. (1989), The Effective Teacher. New York: mc. Graw-Hill Bokk Company
Anderson & Windham. (1998). Education and development. Toronto: Le Xington Books.
Sukmadinata, nana Syaodih. (1998). Pengembangan kurikulum. Bandung Remaja Rosdakarya
Undang-undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (sisdiknas). Jakarta: Sinar Grafika.
Depdiknas. 2006. Standar kompetensi lulusan, jakarta: permendiknas 23 tahun 2006.
Depdiknas. 2006. Standar Isi, jakarta: permendiknas 22 tahun 2006.