Sumber : http://subliyanto.blogspot.com
Banyak dikalangan pemuda dan pemudi yang dengan lebaynya berkata “ Engkau adalah dambaanku, engkau adalah pujaan hatiku, dan engkau adalah satu-satunya dalam hidupku”. Namun perkataan tersebut akan tidak bermakna dan hanya manis dibibir saja manakala tidak disertai dengan konsep Raja’ yang sesungguhnya.
Mendamba atau Raja’ adalah tenang dan senangnya hati karena menunggu sesuatu yang disukai atau dicintai. Dalam hal ini kita harus memenuhi persyaratan untuk terkabulkannya apa yang kita dambakan karena mendambakan sesuatu yang tidak disertai dengan pemenuhan faktor-faktor pendukungnya disebut ghurur (ketertipuan) atau ketololan.
Menunggu sesuatu yang sudah pasti juga tidak disebut dengan mendamba, sehingga tidaklah benar jika seseorang mengatakan “ aku mengharapkan terbitnya matahari “ tapi yang benar adalah jika seseorang berkata “ aku mengharapka turunnya hujan “, pun juga benar jiaka ada orang berkata “ semoga kekasihku datang “.
Mendamba berarti menunggu sesuatu yang dicintai setelah berbagai syarat yang mampu diusahakan oleh seseorang terpenuhi sehingga ia hanya menunggu anugrah dari sang Ilahi.
Seseorang yang mendambakan sesuatu yang mana dengan sesuatu itu menuntunnya menuju ketatan dan mencegahnya dari kemaksiatan maka dambaanya adalah benar. Sebaliknya jika seseorang mendambakan sesuatu yang mana dengan sesuatu itu menuntunnya menuju kelalaian dan ketenggelaman dalam kemaksiatan maka tertipulah dia.
Ada tiga hal yang harus dipenuhi bagi seseorang yang mendambakan sesuatu, yaitu 1) mencintai yang didambanya, 2) takut akan kehilangannya, dan 3) senantiasa berusah dan berusaha untuk mendapatkannya. Mendambakan sesuatu yang tidak disertai dengan pemenuhan tiga perkara diatas adalah hanya angan-angan semata.
Jika kita mendambakan perjumpaan dengan Allah, maka hendaklah kita mencintainya, jika kita mencintainya maka hendaklah kita berusaha semaksimal munkin untuk menjalankan semua perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Allah swt berfirman "Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya" ( QS. Al-kahfi ayat 110 ).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar